Monday, October 4, 2010

Eksploitasi Terumbu Karang Besar-besaran Terjadi di Pulau Banyak

Pulau Banyak yang terletak di Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh menyimpan pesona bahari yang begitu indah. Keindahannya telah ramai diketahui oleh para wisatawan lokal bahkan asing. Akan tetapi, kawasan ini juga menyimpan masalah yang cukup besar. Masalah yang sangat memprihatinkan adalah eksploitasi terumbu karang sebagai material bangunan.

Penggunaan karang untuk pembangunan pondasi rumah sudah dilakukan turun-temurun. Di Pulau Banyak adalah kawasan rawa dan tidak memiliki bahan material yang lain.

Terumbu Karang menjadi alternatif warga sebagai pengganti batu gunung, yang sulit didapat di Pulau seluas 135 kilometer persegi. Penggunaan terumbu karang dinilai lebih murah dari pada mendatangkan material serupa dari daratan Aceh, yang harga perkubiknya mencapai lima kali lipat dibanding harga karang dari Pulau itu. Mencapai Pulau Banyak butuh 3 sampai 4 jam perjalanan laut dari daratan Aceh Singkil.

Ardi Nur (Yayasan Pulau Banyak (YPB)) menuturkan, rata-rata perminggu ada 10 meter kubik lebih terumbu karang Pulau Banyak digali, untuk menutupi kebutuhan material bangunan.

Penggalian karang secara terus menerus akan memunculkan bencana ekologi. Abrasi mulai terjadi dibeberapa lokasi dan mengikis daratan sekira 50 meter dari garis pantai. Pulau berada di perairan Samudera Hindia itu pun diperkirakan terancam tenggelam.

Soal pulau tenggelam bukan hal baru di Pulau Banyak. Setidaknya ada dua Pulau berada di gugusan Pulau itu yakni Maleo Kecil dan Pulau Jawi-Jawi kini lenyap tak berbekas setelah tsunami pada 2004 menghantam Aceh dan diyakini karena efek dari abrasi.

Mengalihkan pekerja penggali karang ke pekerjaan lain sebenarnya bukan perkerjaan susah. Akan tetapi, hal ini tidak akan bisa dihentikan, karena kebutuhan masyarakat akan galian C tidak bisa dipenuhi, kecuali mendatangkan dari daratan dan harganya cukup besar mencapai Rp350 ribu permeterkubik.

Penyelamatkan Pulau Banyak dan ekositemnya perlu segera dilakukan. Subsidi pendatangan bahan galian C dari daratan Aceh, untuk cadangan dan kebutuhan pembangunan warga Pulau Banyak, sehingga warga tak bergantung pada terumbu karang di Pulau itu mungkin menjadi solusi tepat untuk saat ini.

0 comments

Post a Comment