Tuesday, November 9, 2010

Pesona Bawah Laut Indonesia

Negeri seribu pulau ini begitu eksotis, pesona alamnya mampu menyihir siapa pun. Bukan hanya didarat, keelokan alam Indonesia juga tersaji indah di bawah laut. Jernih air laut, warna-warni terumbu karang terpapar indah dengan cantiknya ikan-ikan seolah membentuk lukisan hidup. Tak khayal jika para penyelam dunia menyimpan hasrat untuk selami dunia bawah laut Indonesia. Surga nyata bawah laut itu dapat dijumpai di berbagai sudut negeri yang membelah khatulistiwa ini. Jadilah saksi pesona indah bawah laut Indonesia yang tersaji berikut ini:

1. Taman Wisata Laut (TWL) Laut Pulau Weh

Taman laut yang berada di Kecamatan Sukakarya, Kotamadya Sabang ini dihuni beragam jenis terumbu karang, baik karang keras (hard coral) maupun karang yang lunak (soft coral), dengan kondisi masih terjaga baik.

Aneka jenis terumbu karang ini menjadi tempat hidup ikan aneka jenis dan warna yang cantik seperti dari jenis Tropet fish, Dunsel fish, Grope fish, Angel fish, Sergeon fish, Parrot fish. Kawasan ini memang diperuntukkan wisatawan menyelam, fasilitas-fasilitas pendukung pun sudah tersedia di sini. Jarak pandang (visibility) mencapai 25 meter.

Lokasi: Nanggroe Aceh Darussalam

2. Bintan

Salah satu titik menyelam terbaik di Bintan adalah di Pulau Mapur. Terumbu karang di Pulau Mapur terdiri dari terumbu tepi (fringing reefs), terumbu takat (patch reefs) dan dangkalan (shoals) yang tersebar seluas 18 kilometer persegi. Kelebihan lain lokasi menyelam di sini adalah sinar matahari yang menembus hingga kedalaman, membuat penyelam dapat leluasa menikmati keindahannya. Berdasarkan sebuah penelitian terbaru yang dilakukan pertengahan 2009, terdapat 103 jenis ikan karang (coral fishes).

Lokasi: Kepulauan Riau

3. Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon memiliki lokasi penyelaman yang layak direkomendasikan. Bagian barat Tanjung Layar Lighthouse, merupakan lokasi menyelam yang berbatu dan terletak dibawah permukaan laut yang tenang. Terumbu karang memang jarang di sini, tetapi yang menarik adalah ikan barracuda berukuran besar, school of fusiliers, ikan berukuran sedang lainnya dan platoons of bumphead parrotfish. Lokasi lain adalah Karang Copong, tidak jauh dari Pulau Peucang. Tempat menyelam yang dangkal, terdapat terowongan batu yang mengarah ke gua-gua pulau. Satu lagi yang tak kalah menarik adalah di Karang Jajar. Ditempat ini, banyak terdapat batu-batu besar dari Pulau Penietan. Karang Jajar menawarkan terumbu karang yang berwarna-warni. Hidup pula kura-kura dan ikan pari dalam jumlah yang banyak di area ini. Lokasi: Banten .

4. Pulau Menjangan

Pulau Menjangan masuk dalam wilayah Taman Nasional Bali Barat, dengan kontur yang membentuk jurang bawah laut, kawasan ini dianggap sebagai lokasi wall diving terbaik di pulau para dewa. Dengan kondisi perairan yang jernih dan tenang menjadi surga para penyuka fotografi bawah air. Salah satu daya tariknya adalah terumbu karang Gorgonian Seafen raksasa. Blue-toothed triggerfish, gerombolan Longin Bannerfish, Angel fish, Butterfly fish, gerombolan batfish, ada juga koloni Garden-Eel adalah sedikit dari sekian banyak fauna penghuni Menjangan. Pada kedalaman 35 meter terdapat puing-puing kapal kayu yang menjadi tempat bermain ikan-ikan cantik. Jarak pandang (visibility) 15 meter.

Lokasi: Bali .

5. Wakatobi

Ada sekitar 750 jenis terumbu karang tersebar di taman laut seluas 1,39 juta hektar ini, tak heran jika Wakatobi menjadi surga bagi penyuka olahraga menyelam. Kekayaan jenis ikan juga tersimpan disini seperti Argus bintik (Cephalopholus argus), takhasang (Naso unicornis), Pogo-pogo (Balistoides Viridescens), Napoleon (Cheilinus Uundulatus), ikan merah (Lutjanus biguttatus), Lutjanus Monostigma, Caesio Caerularea dan masih banyak jenis lainnya. Meski atifitas menyelam dapat dilakukan hampir sepanjang waktu, namun bulan April dan Desember menjadi waktu yang sangat direkomendasikan bagi yang ingin menikmati keindahan Wakatobi.

Lokasi: Sulawesi Tenggara

6. Gili Trawangan, Air, Meno

Popularitas Desa Gili Indah di Kabupaten Lombok Barat sudah begitu mendunia. Keindahan pantainya membuat banyak wisman terpesona. Ada tiga pulau kecil yang terkenal disini, Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.

Ketiga gili ini juga terkenal dengan keindahan taman bawah airnya. Salah satu daya tarik bagi penyelam adalah terdapatnya blue coral. Konon, hanya ada dua lokasi yang memiliki karang ini, di Desa Gili dan Karibia.

Terdapat banyak lokasi penyelaman di sekitartiga pulau ini. Ikan yang bisa dijumpai di sini antara lain Tiger Fish, Blue Moon, ikan Kepe-kepe, Lion fish dan ikan Sotong. Jarak pandang (visibility) 5-30 meter.

Lokasi: Lombok Barat, NTB

7. Kepulauan Seribu

Meskipun kondisi terumbu karang di kawasan Kepulauan Seribu sudah banyak yang terganggu oleh aktivitas manusia, tapi masih banyak tempat penyelaman yang cukup menarik untuk disinggahi. Jenis karang yang ditemukan seperti karang batu, karang kipas, karang daun, dan karang jamur. Karang lunak (soft coral) pun banyak terdapat di sini. Berdasarkan penelitian, dikawasan ini pun terdapat sekitar 267 jenis karang bercabang.

Pulau-pulau yang menjadi tujuan para penyelam adalah Pulau Kotok, Papa Theo, Peniki, Matahari, Gosonglaga, Sepa, Semak Daun. Terdapat sekitar 144 jenis ikan hias yang hidup di sini, antara lain Anemone Fish, Sweetlips Fish, Office Fish, Sonang Rambut, Keletuk Peliding, Gepe Monyong, ada pula moray eel, dan lainnya.

Lokasi: Jakarta Utara & Banten

8. Karimunjawa

Kepulauan Karimunjawa ditetapkan sebagai Taman Nasional Laut (TNL) sejak 1988. Terdapat 242 jenis ikan hias mendiami kawasan ini. Terumbu karang yang mengisi taman laut Karimunjawa terdiri dari tipe terumbu karang pantai (fringing reefs), terumbu karang penghalang (barrier reefs), dan beberapa taka (patch reef).

Daya tarik taman laut ini adalah terdapatnya karang merah (tubipora musica) dan karang hitam (antiphates ssp). Jenis karang ini sangat langka dan diduga hampir punah. Terdapat bangkai kapal yang menjadi habitat ikan karang dan menjadi lokasi yang cocok untuk wreck diving.

Lokasi: Jawa Tengah

9. Nusa Penida

Nusa Penida memiliki kekayaan ikan hias berwarna-warni. Bahkan belum lama ini, para ahli dari Conservation International Indonesia kembali menemukan lima spesies baru di kawasan ini. Kelima spesies itu antara lain Chromic sp, Priolepis 33 sp, Priolepis 11. Sebelumnya terdapat sebanyak 550 spesies ikan karang di sini.

Ada beberapa dive sites di sini. Pelabuhan Penida, Puncak Manta, Batu Meting, Batu Lumbung, Batu Abah, kemudian Toyapakeh, di sini terdapat tiang-tiang koral yang menawan. Kemudian di lokasi Puncak Malibu terdapat terumbu karang abu-abu, reef white tips, dua lokasi ini juga dianggap memiliki pemandangan yang paling indah. Jarak pandang 15 meter.

Lokasi: Bali

10. Kepulauan Derawan

Sebutan akuarium bawah laut tersemat pada kepulauan ini. Derawan juga dikenal sebagai kerajaan Penyu Hijau. Setiap tahunnya, lebih dari 5.000 penyu betina bersarang di sini. Biodiversitas Kepulauan Derawan menempati urutan kedua setelah Kepulauan Raja Ampat.

Derawan pun memiliki beberapa spesies hewan khas dan dilindungi, seperti, paus, lumba-lumba (Delphinus), penyu hijau (Chelonia Mydas), penyu sisik (Erethmochelys Fimbriata), dan dugong (Dugong Dugon). Ada pula ikan duyung. Di sini pun menjadi tempat hidup manta ray salah satu spesies ikan pari raksasa. Jarak pandang (visibility) mencapai 5-30 meter.

Lokasi: Kalimantan Timur

11. Sangalaki

Kekhasan taman wisata alam laut ini yaitu adanya terumbu karang yang mengelilingi Pulau Sangalaki. Potensi keanekaragaman sumber daya lautnya sangat luar biasa. Terumbu karang berada dikedalaman 3 meter sampai 10 meter. Jenis karang meja, keras, cabang daun, dan substrat menghiasi kawasan ini.

Ikan yang mendiami antara lain Threadfin Butterflyfish, C. Lunula, C. Rafflesi, tongkol, teri, tenggiri, manyung, napoleon, bendera, dakocan, kakatua biru. Jarak pandang (visibility) 5-25 meter

Lokasi: Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

12. Bunaken

Keindahan alam bawah airnya telah membawa nama Bunaken terkenal hingga ke mancanegara. Meski termasuk landai, tapi Taman Laut Bunaken kaya dengan keanekaragaman hayatinya. Terdapat sekitar 58 jenis terumbu karang. Bunaken memiliki 29 titik penyelaman (dive spot).

Taman Laut Bunaken juga kaya akan spesies ikan, antara lain Oci Putih (Seriola Rivoliana), Goropa (Ephinephelus Spilotoceps dan Pseudanthias Hypselosoma), Ila Gasi (Scolopsis Bilineatus), Snapper, Groupers, Baracuda, Napoleon, Angel fish, Blow fish, Blue Ribbon Eels. Bulan Mei dan Juni merupakan saat yang tepat untuk menyelam. Air laut disini tenang, jarak pandang (visibility) pun cukup jauh, 20-35 meter.

Lokasi: Sulawesi Utara

13. Kepulauan Selayar

Taman laut seluas 340 hektar ini memiliki karang atol besar. Karang atol yang mencapai luas 220.000 hektar dengan terumbu karang tersebar datar seluas 500 kilometer persegi ini menjadi yang terbesar ketiga setelah karang atol Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Maldives.

Ada sekitar 261 jenis terumbu karang menjadi tempat hidup dari 295 jenis ikan karang. Penyu dari jenis penyu sisik, penyu hijau, dan penyu lekang juga mendiami taman laut ini.

April hingga Juni dan Oktober sampai Desember, adalah waktu yang sangat baik untuk menikmati keindahan alam bawah air Takabonerate. Jarak pandang (visibility) 15-45 meter.

Lokasi: Sulawesi Selatan

14. Banggai Kepulauan

Terumbu karang yang tersebar di tempat ini masih sangat baik. Terumbu karang yang mengisi kawasan ini terdiri dari tipe barrier reef, atol reef, Fringing reef, dan patch reef.

Di sini pun hidup spesies ikan yang masuk kategori langka seperti ikan Napoleon Wrasse dan Cardinal fish Banggai. Berbeda dengan Cardinal fish lainnya. Cardinal fish Banggai memiliki keunikan tersendiri. Ia bertelur, menetas, dan memelihara anaknya melalui mulut. Jarak pandang (visibility) 15-40 meter.

Lokasi: Sulawesi Selatan

15. Togean

Banyak penyelam dunia menyebut taman bawah air Togean dengan julukkan hidden paradise in Tomini Bay. Ada sekitar 262 jenis terumbu karang dan jenis 555 moluska di sini. Beberapa lokasi penyelaman di antaranya, Taipee Wall dan Coral Garden. Berbagai macam hard dan soft coral tersaji sempurna di sini. Ikan-ikan hias cantik akan menjadi teman menyelam di lokasi ini, antara lain blue devils, cardinal, pipefish, emperor angel fish, grouper, butterfly, fire darft fish, hawk fish, lion fish. Lokasi lain adalah di Mini Canyon, Dominique, di lokasi ini hidup beberapa jenis ikan dan hewan lain, seperti Crocodile Fish, Pufer, Sweet Lips, Lobster, Moray Eels, Hum Head. Lokasi ini juga kaya akan soft coralnya. Jarak pandang (visibility) 20-40 meter.

Lokasi: Sulawesi Tengah .

16. Selat Lembeh

Satu lagi lokasi menyelam di Sulawesi utara adalah Selat Lembeh yang berada di Kotamadya Bitung, Propinsi Sulawesi Utara. Lembeh terkenal dengan keanekaragaman invertebrata terutama dari kelompok Echinodermata. Terumbu karang beraneka warna hidup mesra dengan beragam penghuni laut lainnya, seperti gurita, Banggai Cardinalfish, cumi-cumi, Mandarin fish, lion fish. Sarana-sarana pendukung pun sudah tersedia di sini. Jarak pandang (visibility) 10-25 meter.

Lokasi: Sulawesi Utara .

17. Taman Nasional Komodo

Taman Nasional yang tengah bersaing dalam pemilihan Tujuh Keajaiban Dunia ini terkenal juga memiliki keanekaragaman hayati alam bawah airnya. tak heran jika Taman Nasional Komodo juga menjadi tujuan banyak para penyelam lokal maupun mancanegara. Sedikitnya terdapat 53 titik lokasi rekreasi menyelam. Jenis ikan hias dengan berbagai bentuk dan warna menghuni Taman Laut Komodo, seperti Regal Angelfish, Checkerboard Wrasse And Masked Unicornfish, Acripora Corals, Gorgonian Fans and Sponges. Berdasarkan penelitian The Nature Conservancy tercatat sedikitnya 200 jenis karang keras, dengan 1.000 jenis ikan yang tinggal disini. Jarak pandang (visibility) 5-30 meter.

Lokasi: Nusa Tenggara

18. Halmahera

Surga lokasi menyelam banyak terdapat di Halmahera Utara. Terdapat sebanyak 49 titik selam yang tersebar di beberapa wilayah seperti di perairan Pulau Doi-Loloda Utara, Pulau Morotai, gugusan pulau-pulau kecil di depan Tobelo sampai ke Galela. Terumbu karang dengan berbagai jenis dan warna dapat dijumpai di setiap dive site. Jenis-jenis seperti soft coral, hard coral, gorgonion, sea fun berpadu warna dengan aneka jenis ikan hias seperti anemone fish, surgeon fish, unicorn fish, dan angel fish membentuk sebuah lukisan hidup yang menawan. (Visibility) 15-30 meter

Lokasi: Maluku Utara

19. Kepulauan Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat nirwana bawah air impian para penyelam, kawasan ini digadang-gadang sebagai yang terbaik di dunia. Alamnya masih terjaga dengan baik. Posisinya di kawasan segitiga terumbu karang, tepat pada pusat keragaman terumbu karang dunia, Kepulauan Raja Ampat menjadi kawasan yang paling kaya keragaman hayatinya. Jenis karang yang hidup disini mencapai 75 persen pesies karang dunia.

Dengan kondisi kekayaan karang yang dimiliki, Raja Ampat juga menjadi kawasan taman laut yang sangat kaya dengan jenis ikannya. Diperkirakan jumlah keseluruhan jenis ikan di daerah ini mencapai jumlah 1.074. Pentapodus numberii, adalah salah satu spesies ikan baru yang ditemukan dikawasan ini pada April 2006. jarak pandang (visibility) 10-30 meter

Lokasi: Papua Barat

20. Pemuteran

Satu lagi lokasi menyelam di Bali Utara tepatnya di Desa, Kecamatan Gerokgak. Sebelumnya kondisi terumbu karang di pemuteran rusak parah akibat banyaknya aktifitas menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak.

Namun sejak tahun 2000 masyarakat setempat dengan para pemilik resor dan dive center kembali menkonservasi terumbu karang dengan menggunakan teknologi biorock. Upaya ini berjalan dengan baik, kini warna-warni terumbu karang sudah dapat kembali dinikmati. Ikan-ikan yang cantik pun sudah kembali berlarian diantara karang-karang yang tak kalah lucu.

Lokasi: Bali



Sumber: Farell Media

Read More

Monday, November 1, 2010

Penyu adalah Fosil Hidup, benarkah?

Penyu laut termasuk ke dalam kelompok reptilia yang mempunyai daerah jelajah yang sangat luas, yang mendiami laut tropis dan subtropis di seluruh dunia. Penyu laut diperkirakan telah menghuni bumi ini lebih dari 100 juta tahun. Oleh karena itu penyu laut dikenal sebagai fosil hidup

Penyu

Penyu telah mengalami beberapa adaptasi untuk dapat hidup di laut, diantaranya yaitu dengan adanya tangan dan kaki yang berbentuk seperti sirip dan bentuk tubuh yang lebih ramping untuk memudahkan mereka berenang di air. Penyu laut juga memiliki kemampuan untuk mengeluarkan garam-garam air laut yang ikut tertelan bersama makanan yang mereka makan dan juga kemampuan untuk tinggal di dalam air dalam waktu yang lama selama kurang lebih 20-30 menit. Telinga penyu laut tidak dapat dilihat, tetapi mereka memiliki gendang telinga yang dilindungi oleh kulit. Penyu laut dapat mendengar suara-suara dengan frekuensi rendah dengan sangat baik dan daya penciuman mereka juga mengagumkan. Mereka juga dapat melihan dengan sanghat baik di dalam air. Penyu laut memiliki cangkang yang melindungi tubuh mereka dari pemangsa.

Penyu laut berbeda dengan kura-kura. Apabila dilihat sepintas, mereka memang terlihat sama. Ciri yang paling khas yang membedakan penyu laut dengan kura-kura yaitu bahwa penyu laut tidak dapat menarik kepalanya ke dalam apabila merasa terancam.

Jenis-jenis Penyu di Indonesia

Ada tujuh spesies penyu di dunia. enam diantaranya ditemukan di perairan Indonesia. yaitu :
  1. Penyu hijau (Chelonia mydas)
  2. Penyu sisik (Eretmochelys imbricata)
  3. Penyu tempayan (Caretta caretta)
  4. Penyu lekang (Lepidochelys olivacea)
  5. Penyu belimbing (Dermochelys coriacea)
  6. Penyu pipih (Natator depressus
Spesies penyu yang paling banyak ditemukan dan memiliki wilayah jelajah yang luas di perairan kepulauan Indonesia adalah Penyu hijau (Chelonia mydas) diikuti oleh Penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Penyu hijau tidak mudah dibedakan dengan penyu-penyu lainnya. Kita dapat melihat gambar untuk mengetahui perbedaannya.

Perkembangbiakkan.

Penyu membutuhkan kurang lebih 15-50 tahun untuk dapat melakukan perkawinan. Selama masa kawin, penyu laut jantan menarik perhatian betinanya dengan menggosok-gosokkan kepalanya atau menggigit leher sang betina. Sang jantan kemudian mengaitkan tubuhnya ke bagian belakang cangkang si betina. Kemudian ia melipat ekornya yang panjang ke bawah cangkang betina. Beberapa jantan dapat saling berkompetisi untuk merebut perhatian si betina.

Hanya penyu laut betina yang pergi ke pantai untuk bersarang dan menetaskan telurnya. Penyu laut jantan jarang sekali kembali ke pantai setelah mereka menetas. Penyu laut pergi untuk menetaskan telurnya ke pantai dimana mereka dulu dilahirkan.

Penyu betina naik ke pantai untuk bertelur. Dengan kaki depannya, mereka menggali lubang untuk meletakkan telur-telurnya. Kemudian mereka mengisi lubang itu dengan telur-telurnya sebanyak kurang lebih 100 butir (bahkan mungkin lebih). Kemudian mereka dengan hati-hati menutup kembali lubang tersebut dengan pasir dan meratakan pasir tersebut untuk menyembunyikan atau menyamarkan letak lubang telurnya. Setelah proses melelahkan ini selama kurang lebih 1-3 jam berakhir, mereka kembali ke laut.

Penyu umumnya lambat dan canggung apabila berada di darat, dan bertelur adalah hal yang sangat melelahkan, Penyu yang sedang bertelur sering terlihat mengeluarkan air mata, padahal sebenarnya mereka mengeluarkan garam-garam yang berlebihan di dalam tubuhnya. Beberapa penyu dapat menghentikan proses bertelur apabila mereka terganggu atau merasa dalam bahaya. Oleh karena itu, sangat penting diketahui bahwa jangan mengganggu penyu yang sedang bertelur.

Ancaman terhadap penyu

Penyu laut telah mengalami penurunan yang dramatis dalam jumlah populasi dalam jangka waktu terakhir ini. Bahkan beberapa spesies terancam kepunahan dalam waktu yang dekat. Di alam, penyu-penyu yang baru menetas menghadapi ancaman kematian dari hewan-hewan seperti kepiting, burung, dan reptilia lainnya seperti biawak.

Ancaman yang paling besar bagi penyu di Indonesia, seperti juga halnya di seluruh dunia, adalah manusia. Pembangunan daerah pesisir yang berlebihan telah mengurangi habitat penyu untuk bersarang. Penangkapan penyu untuk diambil tellur, daging, kulit, dan cangkangnya telah membuat populasi penyu berkurang. Di beberapa negara, penduduk masih mengambili telur penyu untuk dikonsumsi. Telur-telur itu dapat ditemui di pasar. Penyu hijau termasuk penyu yang dimanfaatkan secara berlebihan (over eksploitasi ) oleh penduduk Indonesia. Mereka dibunuh untuk diambil dagingnya. Bali merupakan konsumer terbesar penyu laut. Mereka menggunakan penyu dalam upacara-upacara adat mereka. Ribuan penyu telah terbunuh untuk memenuhi permintaan pasar di Bali.

Tindakan penyelamatan

Penyu telah terdaftar dalam daftar Apendik I Konvensi Perdagangan Internasional Flora dan Fauna Spesies Terancam (Convention on International Trade of Endangered Species - CITES). Konvensi tersebut melarang semua perdagangan internasional atas semua produk/hasil yang berasal dari penyu, baik itu telur, daging, maupun cangkangnya.

Kita sendiri dapat menolong untuk melestarikan spesies penyu laut, yaitu dengan:
  1. Tidak mengkonsumsi makanan yang berasal dari penyu (telur, daging)
  2. Tidak menggunakan barang-barang yang terbuat dari cangkang penyu (mis: bingkai kacamata, dll)
  3. Tidak membuang sampah plastik dan benda-benda lain yang berbahaya ke dalam laut. Penyu tertentu dapat salah mengartikan plastik sebagai makanan mereka yaitu ubur-ubur, sehingga menyebabkan sakit atau kematian penyu yang memakannya.
  4. Tidak mengganggu penyu yang sedang bertelur karena mereka dapat menghentikan proses bertelur apabila merasa terancam.
  5. Tidak mengambili telur-telur penyu karena akan menghancurkan populasi mereka
  6. Menjaga kesehatan terumbu karang kita. Terumbu karang yang sehat merupakan tempat makan dan tempat tinggal yang baik untuk penyu.
  7. Turut mendukung program konservasi penyu laut.


Sumber: Terangi
Read More

Ketahanan Terumbu Karang Kuno

Sebuah studi fosil karang kuno menunjukkan bahwa ekosistem terumbu karang mungkin dapat mengatasi tekanan yang diakibatkan oleh kondisi lingkungan modern dan aktivitas manusia. Studi yang dilakukan oleh kolaborasi ilmiah internasional terhadap delapan fosil terumbu karang sebagian berumur sampai 500.000 tahun di Papua Nugini kawasan Teluk Huon.

Penemuan yang diterbitkan dalam jurnal Ekologi edisi Maret 2010 mengungkapkan bahwa ekosistem terumbu karang mampu bertahan melewati perubahan lingkungan yang drastis yang diakibatkan oleh penurunan tajam permukaan air laut pada zaman es sebelumnya dan kemampuan mereka untuk menahan dampak manusia mungkin lebih besar daripada pemikiran pada awalnya.

Profesor John Pandolfi dari ARC Centre of Excellence Studi Terumbu Karang dan University of Queensland menyatakan: "Tentu saja, permukaan air laut kemudian turun, dan hari ini sedang naik. Tetapi jika kita ingin tahu bagaimana mengatasi karang dengan kondisi yang berlawanan, maka kita harus mempelajari apa yang terjadi dalam semua keadaan. Kita telah melihat apa yang terjadi pada karang di masa lalu ketika permukaan air laut naik dan kondisi yang menguntungkan bagi pertumbuhan karang. Kami ingin melihat apa yang terjadi ketika air laut turun dan kondisi sebaliknya".

"Ketika permukaan air laut turun, pengurangan bencana di habitat karang terjadi dengan hilangnya konektivitas antar karang", katanya. Keadaan itu dalam beberapa hal mirip dengan apa yang dialami oleh karang-karang saat ini karena dampak manusia sehingga ada persamaan sejajar.

"Catatan fosil menunjukkan bahwa terumbu karang telah berhasil mempertahankan diri dari gangguan lingkungan yang besar. Namun kombinasi dari perubahan lingkungan drastis yang kita lihat sekarang, seperti kualitas air yang rusak, kehabisan stok ikan, pemanasan karang, pengasaman laut dan hilangnya habitat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah terumbu karang". Meskipun studi ini menggaris bawahi ketahanan ekosistem terumbu karang, Profesor Pandolfi mengatakan pentingnya untuk tidak meremehkan besarnya tantangan yang dihadapi terumbu karang saat ini.

Read More

Friday, October 29, 2010

Sepertiga Jenis Karang Terancam Punah

Sepertiga jenis karang terancam punah disebabkan oleh perubahan iklim dan masalah lokal. Hal tersebut dapat dilihat dari masuknya 845 karang yang berasosiasi dengan zooxanthella kedalam IUCN red list. Menurunnya populasi karang diduga disebabkan oleh pemutihan karang dan kenaikan suhu permukaan laut.

Terumbu karang memiliki peranan penting bagi keanekaragaman organisme laut. Ekosistem terumbu karang memiliki nilai estetika, rekreasi, dan sumber daya. Tetapi, pemantauan jangka panjang terhadap lingkungan tersebut masih kurang sehingga peningkatan ancaman terjadi pada skala lokal dan global. Masalah secara global terjadi akibat semakin meningkatnya kandungan karbon dioksida dan efek rumah kaca pada atmosfer dan mendorong naiknya suhu permukaan laut (yang diduga juga menyebabkan pemutihan dan kematian karang) serta meningkatkan derajat keasaman air laut. Air laut yang semakin asam akan membuat ion karbonat berkurang sehingga menurunkan kemampuan karang untuk membangun kerangka. Masalah lokal dapat disebabkan oleh ulah manusia seperti pengembangan pesisir pantai, sedimentasi dan limbah dari daratan berupa nutrien serta eutrofikasi bahan kimia dari hasil pertanian, penambangan karang dan penangkapan ikan yang berlebihan. Sehingga dapat mengurangi karang untuk mempertahankan diri dari ancaman global, termasuk pembusukan karang yang disebabkan oleh kerusakan struktur karang serta dapat mengurangi fungsinya dalam menopang karakteristik kompleks terumbu karang pada interaksi suatu ekosistem.


Untuk mengetahui tingkat penurunan ekosistem, digunakan International Union for Conservation of Nature Red List Categories sebagai acuan. Karang telah hidup selama milyaran tahun lalu dan tersebar secara luas. Dari informasi yang didapat, jenis karang yang telah rusak sudah tidak terhitung. Kepunahan jenis karang selain diakibatkan oleh perubahan iklim dan masalah lokal tetapi ada faktor lain yang dapat mempengaruhi kerusakan karang, diantaranya adalah kondisi lingkungan serta kemampuan untuk beradaptasi dari karang itu sendiri. Jika terumbu karang tidak dapat beradaptasi maka akan mempengaruhi fungsi ekosistem terumbu karang dan struktur geologi terumbu karang serta mempengaruhi fungsi pesisir dan juga akan mempengaruhi masayarakat sekitar yang bergantung dari ekosistem terumbu karang.


Sumber: Terangi
Read More

Saturday, October 9, 2010

50 Spesies Baru ditemukan di Perairan Indonesia

Sekitar 150 ribu foto menampilkan gambar hewan dan tanaman di dasar laut sedalam 240-1.600 meter. Kamis pekan lalu, beberapa ahli membahas temuan itu. Ternyata ada 50 spesies baru yang diperoleh dari ekspedisi kapal Indonesia dan Amerika Serikat yang berakhir pada 14 Agustus lalu. "Gambar-gambar itu memberikan pemandangan luar biasa dari salah satu ekosistem laut yang paling kompleks di dunia dan yang sedikit kita ketahui," kata Verena Tunnicliffe, profesor Universitas Victoria di Kanada.

Bukan hanya Tunnicliffe, ilmuwan lain terpukau oleh kekayaan biota laut Indonesia. Gambar dan foto itu diambil dari kapal Okeanos Explorer milik US National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan kapal Indonesia, Baruna Jaya IV, sejak 24 Juni hingga 6 Agustus 2010. Kerja sama ini bertajuk "Ekspedisi Index Satal 2010".

Mereka menggunakan sistem pemetaan sonar yang kuat dan robot bawah laut bernama Little Hercules untuk menjelajahi hampir 21 ribu mil persegi (54 ribu kilometer persegi) dari dasar laut di Indonesia bagian utara. Film dan gambar tersebut disiarkan secara langsung melalui jaringan Internet ke kantor Badan Riset Kelautan dan Perikanan di Jakarta, kantor NOAA di Amerika Serikat, dan kapal Okeanos.

Spesies unik yang baru ditemukan di bawah laut Indonesia (AP Photo/NOAA Okeanos Explorer Program)

Tunnicliffe menunjukkan laba-laba laut yang umumnya berukuran kecil, panjangnya sekitar 2,5 sentimeter. "Laba-laba laut yangditemukan dalam misi ini sangat besar, 20 sentimeter atau lebih," katanya.

Hewan lain yang diambil gambarnya oleh robot selam bawah laut terlihat seperti bunga ditutupi jarum seperti kaca. Namun para ilmuwan berpikir itu mungkin spons karnivora. Antena merah muda, ditutup dengan jaringan lengket, muncul untuk menangkap makanan yang lewat.

Menurut Tunnicliffe, bunga lili laut pada awalnya menutupi samudra, dangkal dan dalam, tapi sekarang jarang.Temuan ekspedisi memperlihatkan keanekaragaman biota itu. Gambar lain menunjukkan ikan berwarna lavender berjalan di dasar laut dan lengan merah bunga lili air.

Timotius Shank dari Woods Hole Oceanographic Institution di Massachusetts mengatakan timnya sejauh ini mengumpulkan lebih dari 150 ribu frame video definisi tinggi."Saya merasa mungkin ada setidaknya 40 spesies baru di karang air dalam dan sedikitnya 50 spesies baru yang mencakup udang bentik, kepiting, spons, kerang, anemon, dan ketimun laut," katanya.

Temuan lain adalah tunicate di kedalaman 2.200 meter. Jenis hewan bertulang lunak di antara kelas vertebrata dan invertebrata ini pernah ditemukan di Laut Tasmania dengan bentuk yang lebih besar.

Ada juga jenis ikan besar bermulut besar dengan bentuk gigi yang menakutkan dengan sirip berjumlah empat buah. Ikan ini ditemukan di kedalaman 2.112 meter dengan panjang 78 sentimeter dan lebar 15 sentimeter. Ikan yang sangat unik ini dikategorikan dalam lizard fish. Koral jenis lophelia yang biasanya ditemukan di Samudra Atlantis ditemukan juga di daerah Sangihe Talaud.

Dari temuan di perairan Sangihe Talaud, ada perbedaan jenis biota di laut dangkal (sekitar 200-300 meter) dan laut dalam (1.000-2.000 meter). Jenis koral, crinoid, ikan, serta udang-udangan di laut dangkal lebih spesifik dan berwarna terang. Hal ini mengindikasikan adanya interaksi visual biota-biota tersebut dengan tingkat kedalamannya.

Di daerah laut dalam, jenis-jenis biota lebih beragam dan mempunyai keunikan warna ungu, pink, emas, hitam, merah, kuning, putih, dan abu-abu. Mereka bersimbiosis dengan binatang lainnya, seperti koral dengan kepiting dan brittle star, juga simbiosis crinoid dengan brittle star. Lalu kepiting, sponge dengan hermit (kumang), koral bersimbiosis dengan polychaete (cacing tabung/ tube worm).

Keunikan biota laut dalam di perairan Sangihe Talaud sudah pasti memperkaya keanekaragaman hayati laut Indonesia. Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Indroyono Soesilo mengatakan temuan terumbu karang pada kedalaman 3.500 meter menunjang penelitian lebih lanjut di bidang obat-obatan. "Senyawa koral itu memiliki kandungan kimiawi untuk bahan obat-obatan," kata Indroyono, yang hadir dalam seminar Ekspedisi Index Satal 2010 di Manado. Menurut dia, senyawa yang terdapat pada koral kemosintesis (pembakaran tanpa sinar matahari, melainkan proses kimiawi) menjadi potensi untuk mengembangkan obat antikanker.

Sumber; bataviase.co.id
Read More

Thursday, October 7, 2010

Perserikatan Bangsa-Bangsa Bahas Hukum Laut dan Keanekaragaman Hayati Laut

Keanekaragaman laut penting karena memiliki nilai secara langsung maupun tidak langsung. Ancaman keanekaragaman hayati diantaranya adalah kegiatan perikanan, perusakan habitat, perubahan iklim, gangguan dilaut, pemanfaatan sumberdaya alam yang berlebihan, dan penelitian mengenai kelautan.

UNCLOS berisi tentang:
Hukum, definisi dan obligasi negara mengenai zona maritim.
Menetapkan peraturan untuk perairan dan sumber daya perikanan didalam yuridiksi nasional.
  • Menetapkan peraturan untuk penelitian mengenai kelautan.
  • Membuat perjanjian internasional yang menyeluruh tentang perlindungan dan pemeliharaan lingkungan laut dari polusi dan kerusakan.
  • Mempertimbangkan situasi negara berkembang secara geografis.
  • Menyediakan pengembangan dan sharing teknologi kelautan.
UNCLOS juga membahas peraturan mengenai zona maritim tanpa jurisdiksi nasional yaitu perairan internal, laut teritorial hingga 12 mil, zona kontingen hingga 24 mil, zona ekonomi eksklusif hingga 200 mil dan kontinental shelf. Peraturan dengan jurisdiksi nasional meliputi perairan laut lepas dengan permukaan perairan hingga 100 mil dan area 200 mil atau 350 mil. Adapun ketentuan dalam UNCLOS adalah sebagai berikut :
  • Hak sutau negara untuk memanfaatkan sumber alam mereka, menurut kebijakan lingkungan dan tugas mereka untuk melindungi serta memelihara lingkungan laut.
  • Kewajiban untuk konsisten dengan UNCLOS, adanya kegiatan yang diperlukan untuk mencegah, mengurangi dan mengendalikan polusi lingkungan laut dari sumber manapun. Sumber polusi : dari daratan, aktivitas dilaut, pembuangan limbah, atmosfir, dan penggunaan teknologi untuk rekayasa genetik.
  • Kewajiban untuk melindungi dan memelihara biota yang punah atau sudah langka, dan dipelihara seperti habitat asalnya, menghindari ancaman dan sebab lainnya bagi kehidupan laut.
  • Kewajiban untuk mencegah penyebaran polusi di luar area dan atau di dalam area yurisdiksi mereka
  • Bertugas untuk tidak memindahkan kerusakan, resiko atau mengubah bentuk suatu jenis polusi ke area lainnya. Bentuk kerjasama nasional dan global meliputi : pengembangan aturan, standard dan rekomendasi praktis; penelitian saintifik; pemberitahuan dari kerusakan nyata atau yang akan terjadi; rencana dalam penanggulangan polusi.
Peraturan internasional dan perundang-undangan nasional yang diatur dalam UNCLOS, meliputi :
  • Adopsi tentang aturan regional dan global, standard, dan rekomendasi praktek dan prosedur untuk mencegah, mengurangi dan mengendalikan polusi yang berhubungan dengan lingkungan laut
  • Adopsi hukum nasional dan peraturan, yang mencakup pendugaan suatu nilai atau sebab.
  • Aturan internasional, standard dan rekomendasi mengenai perlindungan ekosistem, habitat dan species terdapat pada General Assembly of the United Nations, Convention on Biological Diversity (CBD), RAMSAR Convention on Wetlands, CITES dan regional.
UNCLOS juga mengatur mengenai konservasi sumber daya laut contohnya hak mengenai status daerah pesisir dalam zona ekonomi eksklusif, yang meliputi kedaulatan hak untuk explorasi, dan manajemen konservasi dari sumberdaya alam laut, menetapkan total perijinan dalam penangkapan, memberi hak negara lain untuk memanfaatkan, mengambil proporsi untuk memastikan pemeliharaan sumber daya laut tidak over-exploitation, memelihara atau mengembalikan populasi jenis pada tingkatan sehingga dapat menghasilkan hasil maksimum dan Mempertimbangkan dengan seksama efek pada kelompok species yang terkena dampak langsung (pendekatan ekosistem).


Sumber; Terangi
Read More

Wednesday, October 6, 2010

Mempertahankan Keanekaragaman Hayati dengan Pariwisata

Indonesia tercatat sebagai negara mega-diversity (keanekaragaman hayati paling tinggi) terbesar kedua setelah Brazil. Sumber daya hayati pesisir dan lautan Indonesia sangat kaya, di antaranya populasi ikan hias yang diperkirakan sekitar 263 jenis, terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove dan berbagai bentang alam pesisir atau coastal landscape yang unik lainnya membentuk suatu pemandangan alamiah yang begitu menakjubkan. Namun, kekayaan tersebut mengalami ancaman pencurian dan pengeboman serta pembiusan satwa bawah laut yang datang sewaktu-waktu.

Tak hanya itu, kekayaan hayati Indonesia di hutan juga banyak berkurang. Berdasarkan data Global Forest Resources Assesment 2005 yang diterbitkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO, 2006), Indonesia adalah negara kedua yang kehilangan hutan terbanyak di dunia setelah Brasil, yakni 1,871 hektar per tahun antara tahun 2000-2005. Saat ini, luas hutan di Indonesia diperkirakan tinggal 88 juta hektar dan berada pada urutan kedelapan dunia setelah Kongo, dalam hal penguasaan hutan tropis yang tersisa di dunia. Padahal, tahun 1995, Indonesia masih tercatat sebagai negara di urutan kedua setelah Brazil dalam penguasaan hutan tropis, dengan luas hutan mencapai 100 juta hektar atau sekitar 10 persen dari hutan tropis yang tersisa di dunia.

Oleh karena ada kecenderungan penyalahgunaan dan tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap keanekaragaman hayati, maka diperlukan gerakan dan sentuhan spiritual yang mampu mengatasinya. Gagasan ini mengingat adanya keterbatasan upaya manusiawi dan lahiriah untuk menjaga dan menyelamatkan alam semesta di Indonesia, sementara keterancaman alam dan gangguan terhadap keanekaragaman hayati berjalan setiap waktu.

Sebaliknya, melalui ungkapan syukur atas kekayaan alam Indonesia. Kedua regulasi kita memperkuat hal itu. Pertama, UU 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya mendefinisikan Taman Nasional sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Manfaat Taman Nasional ada 5, yakni untuk keperluan ekonomi, ekologi, estetika, pendidikan dan penelitian, jaminan masa depan.

Kedua, UU 10/2009 tentang Kepariwisataan menyatakan pariwisata memiliki 10 tujuan (Pasal 4) sebagai berikut, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya, memajukan kebudayaan, mengangkat citra bangsa, memupuk rasa cinta tanah air, memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa, serta mempererat persahabatan antarbangsa.

Hanya dengan rasa menghormati dan mensyukuri kekayaan hayati yang merupakan buah dari menyakralkan alam dan keanekaragaman hayati di Indonesialah ancaman bencana dapat diminimalisir. Sebaliknya, kepariwisataan justru menjadi media yang strategis dan mudah diakses bagi masyarakat untuk lebih mengenali dan menikmati keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia.
Read More

Monday, October 4, 2010

Eksploitasi Terumbu Karang Besar-besaran Terjadi di Pulau Banyak

Pulau Banyak yang terletak di Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh menyimpan pesona bahari yang begitu indah. Keindahannya telah ramai diketahui oleh para wisatawan lokal bahkan asing. Akan tetapi, kawasan ini juga menyimpan masalah yang cukup besar. Masalah yang sangat memprihatinkan adalah eksploitasi terumbu karang sebagai material bangunan.

Penggunaan karang untuk pembangunan pondasi rumah sudah dilakukan turun-temurun. Di Pulau Banyak adalah kawasan rawa dan tidak memiliki bahan material yang lain.

Terumbu Karang menjadi alternatif warga sebagai pengganti batu gunung, yang sulit didapat di Pulau seluas 135 kilometer persegi. Penggunaan terumbu karang dinilai lebih murah dari pada mendatangkan material serupa dari daratan Aceh, yang harga perkubiknya mencapai lima kali lipat dibanding harga karang dari Pulau itu. Mencapai Pulau Banyak butuh 3 sampai 4 jam perjalanan laut dari daratan Aceh Singkil.

Ardi Nur (Yayasan Pulau Banyak (YPB)) menuturkan, rata-rata perminggu ada 10 meter kubik lebih terumbu karang Pulau Banyak digali, untuk menutupi kebutuhan material bangunan.

Penggalian karang secara terus menerus akan memunculkan bencana ekologi. Abrasi mulai terjadi dibeberapa lokasi dan mengikis daratan sekira 50 meter dari garis pantai. Pulau berada di perairan Samudera Hindia itu pun diperkirakan terancam tenggelam.

Soal pulau tenggelam bukan hal baru di Pulau Banyak. Setidaknya ada dua Pulau berada di gugusan Pulau itu yakni Maleo Kecil dan Pulau Jawi-Jawi kini lenyap tak berbekas setelah tsunami pada 2004 menghantam Aceh dan diyakini karena efek dari abrasi.

Mengalihkan pekerja penggali karang ke pekerjaan lain sebenarnya bukan perkerjaan susah. Akan tetapi, hal ini tidak akan bisa dihentikan, karena kebutuhan masyarakat akan galian C tidak bisa dipenuhi, kecuali mendatangkan dari daratan dan harganya cukup besar mencapai Rp350 ribu permeterkubik.

Penyelamatkan Pulau Banyak dan ekositemnya perlu segera dilakukan. Subsidi pendatangan bahan galian C dari daratan Aceh, untuk cadangan dan kebutuhan pembangunan warga Pulau Banyak, sehingga warga tak bergantung pada terumbu karang di Pulau itu mungkin menjadi solusi tepat untuk saat ini.
Read More

Saturday, October 2, 2010

Ikan Bulan Pulau Weh Memberi Kesegaran

Banyak keindahan yang ada di Aceh, salah satunya ialah di Pulau Weh Sabang. Pulau Weh dikenal dengan keindahan alam lautnya. Akan tetapi Pulau weh juga menyimpan keindahan alam lainnya seperti Air Terjun Pria Laut.

Banyak keunikan apa yang bisa ditemui disini. Dibawah air terjun ada kolam dan bisa langsung renang. Selain itu, di Air Terjun Pria Laut di pinggir kolamnya terdapat Ikan Bulan atau di Jakarta dikenal dengan sebutan Ikan Drupa. Jadi kalau kita renang, nanti ikan-ikan itu akan nyamperin kita dan memakan kulit mati kita.Seperti pada kaki yang kalus (kapalan) dan kutu air.

Nah, Anda jangan kaget jika Anda baru pertama kali mencobanya, melihat ikan-ikan yang melesat laksana lintah itu memang sedikit menakutkan. Namun, jangan segera buru-buru melompat dari kolam. Pasrah saja. Begitu kulit dipatuki ribuan ikan, sensasi kenikmatan laksana dipijat pun mulai menjalar. Patukan ikan juga merangsang terbukanya simpul-simpul syaraf dan peredaran darah. Sehingga badan menjadi rileks dan segar.

Uniknya lagi, ternyata warga setempat tidak mengetahui jika Ikan Bulan hanya ditemui disini.
Read More

Friday, July 23, 2010

Terbentuknya Air di Bumi

Air menyelimuti kurang lebih 2/3 bagian bumi, hanya 1/3 bagian dari planet ini yang muncul sebagai daratan kering. Hal ini tentu menimbulkan beberapa pertanyaan besar yaitu:

Darimanakah air dalam jumlah yang sangat besar ini muncul? Menurut perkiraan ilmuwan, terbentuknya air di bumi terjadi sekitar 2 miliar tahun lalu ketika bumi mulai mengalami proses pendinginan. Sebelumnya bumi berbentuk gas yang kemudian memadat menjadi bentuk cair lalu mulai mengeras dan mendingin. Proses pendinginan secara bertahap telah menyelimuti bumi dengan lapisan awan yang padat, yang mengandung sebagian besar air di planet ini. Untuk jangka waktu yang lama, permukaan bumi masih sangat panas sehingga tetesan air yang jatuh akan segera kembali menjadi uap air. Hal ini membuat tingkat kepadatan awan semakin tinggi sehingga tidak ada sinar matahari yang mampu menembus sampai permukaan bumi. Segera setelah bumi mendingin, hujan mulai turun. Hujan ini adalah hujan yang pertama dan terjadi secara terus-menerus dari siang ke malam, hari ke bulan, bulan ke tahun dan tahun ke abad. Air ini kemudian mengisi basin dan tempat-tempat yang rendah di permukaan bumi hingga akhirnya menjadi lautan.

Mengapa air laut asin? Sejak hujan pertama turun, air telah membawa menggerus tanah. Pada akhirnya proses yang berulang-ulang ini memecah batuan dan melarutkan mineral yang terkandung di dalamnya. Mineral ini kemudian terbawa dan terkonsentrasi di lautan. Dengan demikian semakin lama, laut menjadi semakin asin. Ilmuwan berpendapat bahwa kandungan utama laut purba adalah karbon dioksida, belerang, nitrogen, fosfor, potassium dan kalsium. Dan dari bahan-bahan inilah serta proses bio-kimia yang kompleks diperkirakan muncul bentuk kehidupan pertama di bumi yang berupa mikroorganisme.

Bila pembaca mengikuti penjelasan di atas, tentu akan mengajukan pertanyaan lainnya, yaitu mengapa di planet tetangga tidak terdapat air, padahal proses terbentuknya planet di tata surya ini hampir serupa? Untuk Merkurius dan Venus jawabannya jelas karena jaraknya terlalu dekat dengan matahari sehingga tidak memungkinkan bagi air untuk terbentuk oleh karena radiasi yang berlebihan. Untuk planet Mars, NASA telah menemukan air dalam bentuk es di kutub planet Mars. Setelah mengirimkan Beagle 2, bahkan ilmuwan NASA memprediksi bahwa di masa lalu, air pernah mengalir di permukaan Mars, hal ini terlihat dari foto sungai purba dan batu berbentuk oval dan bulat yang di bumi banyak terdapat di sepanjang aliran sungai. Jenis batu ini hanya bisa terbentuk karena terkikis oleh aliran air.

Adakah teori alternatif tentang munculnya air di bumi? Kembali ke asal usul air di Bumi, ternyata terdapat teori alternatif tentang terbentuknya air di bumi. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa jumlah air di bumi terlalu besar. Sehingga tidak mungkin proses pendinginan cukup menghasilkan air dalam jumlah yang sangat besar. Kemungkinan air berasal dari sejumlah komet besar (umumnya komet terdiri dari es) yang beberapa miliar tahun lalu jatuh ke bumi. Dengan demikian air berasal dari luar angkasa. Bila teori ini benar, ada implikasi lainnya yang timbul karena air adalah asal mula kehidupan, maka manusia dan semua makhluk hidup di bumi ini bukanlah penghuni asli melainkan alien atau pendatang yang asal usulnya dari luar angkasa.
Read More

Thursday, July 8, 2010

Vintage PBh - Coral Reefs

Read More

Friday, April 23, 2010

Jangan Hancurkan Terumbu Karang

Dunia kian dipadati manusia, lebih dari enam-setengah miliar jiwa. Perjuangan memenuhi kebutuhan hidup kian ganas. Industri wahana modernisani kian meluas dan kian rakus. Maka polusi pun kian kejam, khususnya ketika CO2 mengangkasa lalu merangsang tumbuhnya kubah raksasa yaitu efek rumah kaca, hingga pemanasan global (global warming) pun kian melelehkan es kedua kutub bumi. Maka menjadi tidak aneh ketika ribuan pakar dunia mengabarkan betapa cepatnya paras permukaan air laut naik. Menurut beberapa ahli pakar dunia mengatakan bahwa setiap kenaikan temperatur bumi 10 C, permukaan air laut naik 1 meter. Faktanya, selama 100 tahun terakhir, paras muka air laut telah naik 1 meter. Jika kondisi ini terus berlangsung, maka bukan tidak mungkin pada tahun 2030-an sekitar 2000 pulau milik Indonesia tenggelam. Pemanasan global yang saat ini terjadi bukan hanya mengancam kehidupan manusia di atas permukaan tanah namun juga mengancam ekosistem terumbu karang di bawah laut. Pada peristiwa El Nino tahun 1997/1998, suhu permukaan air laut naik secara tiba-tiba, menyebabkan terjadinya pemutihan karang secara massal dan mematikan sekitar 16% terumbu karang di seluruh dunia. Sebagian besar diantaranya adalah terumbu karang yang berumur ratusan bahkan ribuan tahun.

Indonesia sebagai negara yang memiliki hutan cukup luas di dunia, sangat memainkan peran penting untuk bisa menjaga paru-paru dunia. Sejauh ini hutan di percaya sebagai paru-paru dunia yang dapat mengikat emisi karbon yang di lepas ke udara oleh pabrik-pabrik industri, kendaran bermotor, kebakaran hutan, asap rokok dan banyak lagi sumber-sumber emisi karbon lainnya, sehingga dapat mengurangi dampak pemanasan global. Namun sesungguhnya Indonesia yang 2/3 wilayahnya adalah lautan, juga memiliki fungsi dan peran cukup besar dalam mengikat emisi karbon bahkan dua kali lipat dari kapasitas hutan. Emisi karbon yang sampai ke laut, diserap oleh phytoplankton yang jumlahnya sangat banyak dilautan dan kemudian ditenggelamkan ke dasar laut atau diubah menjadi sumber energi ketika phytoplankton tersebut dimakan oleh ikan dan biota laut lainya.

Indonesia merupakan negara pengekspor karang hidup terbesar dunia. Tercatat 200 ribu karang pada 2002 sampai 800 ribu karang pada 2005 telah di ekspor dari Indonesia. Sementara sumbangan produksi terumbu karang Indonesia di sektor perikanan mencapai US$ 600 juta per tahun. Ini karena Indonesia terletak dalam jantung kawasan segitiga karang dunia (heart of global coral triangle). Lokasi ini menjadikan Indonesia memiliki jumlah jenis karang terbesar di dunia dari sekitar 700 jenis karang di dunia, 590 diantaranya ada di Indonesia. Disisi lain coral triangle memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia. lebih dari 120 juta orang hidupnya bergantung pada terumbu karang dan perikanan di kawasan tersebut. Coral triangle yang meliputi Indonesia, Philipina, Malaysia, Timor leste, Papua New Guinea dan Kepulauan Salomon ini, merupakan kawasan yang memiliki keanakaragaman hayati laut tertinggi di dunia khususnya terumbu karang.

Namun, pemanasan global juga membawa ancaman terhadap terumbu karang Indonesia, yang merupakan jantung kawasan segitiga karang dunia. Dampak dari naiknya suhu dan permukaan air laut yang terjadi pada akhir-akhir ini telah mengakibatkan 30% terumbu karang yang ada di Indonesia telah mengalami bleaching (pemutihan). Jika luas total terumbu karang yang ada di Indonesia 51.020 km2, terumbu karang yang mengalami pemutihan akibat pamanasan global ini sedikitnya telah mencapai 15.306 km2. Kondisi ini juga akan memberikan implikasi pada sosial ekonomi masyarakat sekitar dan pariwisata bahari.

Naiknya suhu dan permukaan air laut adalah dua kendala yang menjadi penyebab utama kerusakan dan kepunahan terumbu karang. Kedua kendala tersebut juga memberikan dampak serius pada ekologi samudera dan yang paling penting terumbu karang yang merupakan tempat tinggal berbagai macam mahluk hidup samudera. Hewan karang akan menjadi stres apabila terjadi kenaikan suhu lebih dari 2-3 derajat celcius di atas suhu air laut normal. Pada saat stress, pigmen warna (Alga bersel satu atau zooxanthellae) yang melekat pada tubuhnya akan pergi ataupun mati sehingga menyebabkan terjadinya bleaching (pemutihan). Sebanyak 70-80 persen karang menggantungkan makanan pada alga tersebut, jadi mereka akan mengalami kelaparan ataupun kematian. Bila karang memutih atau mati, rantai makanan akan terputus yang berdampak pada ketersediaan ikan dilaut dan ekosistem laut.

Terumbu karang dapat mengurangi dampak dari pemanasan global. Terumbu karang dengan kondisi yang baik memiliki fungsi yang cukup luas, yaitu memecah ombak dan mengurangi erosi; tempat cadangan deposisi kapur yang mengandung carbon; sebagai tempat berkembang-biak, mencari makan dan berlindung bagi ikan dan biota laut lainnya. Terumbu karang juga berfungsi mengurangi karbon yang lepas ke atmosfer sehingga dapat mengurangi kerusakan ozon. Tetapi pada terumbu karang dengan kondisi jelek terjadi pengurangan kapur yang mengakibatkan turunnya permukan terumbu karang. Sehingga gelombang laut tidak dapat lagi di pecah oleh terumbu karang yang letaknya menjadi jauh dibawah permukanan laut. Lambat laut, gempuran gelombang laut mengerus dataran rendah menjadi laut.

Salah satu usaha menghadapi ancaman pemanasan global adalah menjaga dan memelihara terumbu karang. Imam Bachtiar, salah seorang pemerhati terumbu karang sudah sering kali mengingatkan “Jika anda tidak memelihara terumbu karang di wilayah pesisir anda, cucu anda tidak dapat mewarisi tanah dan rumah anda sekarang, karena 100 tahun lagi akan menjadi laut. Akankah kita berdiam diri hingga prediksi ini benar-benar terjadi?

Para pemerhati lingkungan juga melontarkan berbagai gagasan, ide dan saran kepada pengambil kebijakan untuk menjaga kondisi terumbu karang agar dapat berfungsi dengan baik. Salah satunya ajakan untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan Friends of the Reef (FoR) di beberapa lokasi di Asia Pasifik. Misi utama FoR adalah mengasilkan stategi untuk meningkatkan daya tahan dan daya lenting terumbu karang agar mampu menghadapi ancaman pemanasan global.

Baru-baru ini Presiden Republik Indonesia mengadakan pertemuan di Sydney dan telah mengumumkan sekaligus mengajak negara-negara di dunia, khususnya di kawasan Asia Pasifik untuk menjaga dan melindungi kawasan segitiga karang dunia yang dikenal dengan nama Coral Triangle. Indonesia bersama lima negara lainnya yaitu Philipina, Malaysia, Timor Leste, Papua New Guinea and Kepulauan Salomon mengumumkan sebuah inisiatif perlindungan terumbu karang yang di sebut Coral Triangle Initiative (CTI). Inisiatif ini mendapat kesan positif dari negara- negara maju seperti Amerika Serikat dan Australia.

Perlindungan terhadap keanekaragaman hayati laut, terutama terumbu karang melalui CTI sangat erat kaitannya dengan ketahanan pangan upaya mengurangi kemiskinan. Jika terumbu karang terjaga baik, maka sumber perikanan juga akan terus memberikan pasokan makanan bagi manusia.

Salah satu institusi yang mengembangkan program pengelolaan dan rehabilitasi terumbu karang adalah COREMAP yang menyampaikan informasi yang berimbang mengenai kondisi terumbu karang di Indonesia. Kemudian penggunaan slogan atau moto dalam program pengelolaan terumbu karang juga perlu mendapat perhatian khusus. Menjaga kelestarian terumbu karang bukan hanya menjadi tanggung jawab nelayan saja melainkan seluruh umat manusia di bumi ini.

Seharusnya mulai sejak sekarang kita peduli terhadap terumbu karang. Dengan menanamkan pendidikan kepada masyarakat luas (terutama yang tinggal di sepanjang garis pantai) mengenai fenomena ini melalui beberapa media seperti leaflet, booklet dan berbagai media komunikasi cetak lainnya perlu disebarkan ke masyarakat, termasuk melalui media eletronik, radio dan televisi. Kemudian adanya penegakan hukum dan partisipasi pesisir dalam menjaga keutuhan wilayah pesisir yang salah satunya dengan mengawasi dan menjaga aktifitas penambangan liar di daerah pesisir yang harus segera dihentikan. Dan yang paling penting untuk mengurangi dampak dari pemanasan global dengan kampanye tentang gas emisi dari macam-macam sumber yang ikut memperburuk kondisi ozon.

Mengupayakan kelestarian, perlindungan dan peningkatan kondisi ekosistem terumbu karang, terutama begi kepentingan masyarakat yang kelangsungan hidupnya sangat bergantung pada pemanfaatan ekosistem tersebut. Meningkatakan hubungan kerjasama antar institusi untuk dapat menyusun dan melaksanakan program-progam pengelolaan ekosistem terumbu karang berdasarkan keseimbangan dalam pemanfaatan sumber daya alam. Manyusun tata ruang dan pengelolaan wilayah pesisir dan laut untuk mempertahankan kelestarian ekosistem terumbu karang dan kelastarian fungsi ekologis terumbu karang. Dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, penelitian, sistem informasi, pendidikan dan pelatihan dalam pengelolaan terumbu karang dengan meningkatkan peran sektor swasta dan kerjasama internasional merupakan kebijakan umum dalam pengelolaan terumbu karang di Indonesia.

Oleh : Gus In di sumberilmu.info
Read More